Siswa Kelas 1 SD di Kotabaru Juara Taekwondo, Anak Aparat Polisi yang Membanggakan

 

KOTABARU – Kebanggaan tengah menyelimuti keluarga besar SDN 1 Semayap, Kotabaru. Salah satu siswanya, Narotama Wiradharma Ramadhan, yang masih duduk di bangku kelas 1, berhasil meraih prestasi gemilang di bidang olahraga.

Narotama, yang masih berusia 7 tahun, berhasil menyabet gelar Juara Satu dalam pertandingan Taekwondo pada event bergengsi “Kids Open Turnamen Festival” yang digelar di GOR SKB Mulawarman, Banjarmasin. Kompetisi tersebut berlangsung selama dua hari, pada Sabtu (15/11/2025) dan Minggu (16/11/2025).

Prestasi membanggakan ini tidak lepas dari peran serta dan dukungan orang tua. Narotama adalah putra ketiga dari Bapak Kasat Binmas Polres Kotabaru, Iptu Mujiyanto. Sang ayah mengaku sangat bangga dengan pencapaian putranya tersebut.

“Tentu saja kami sangat bangga. Semoga prestasi Narotama ini bisa menjadi motivasi dan penyemangat bagi anak-anak lain di Kotabaru untuk terus berprestasi, tidak hanya di olahraga, tapi di segala bidang,” ujar Iptu Mujiyanto, penuh harap.

Kemenangan Narotama ini diharapkan dapat memacu semangat anak-anak muda Kotabaru lainnya untuk aktif berkompetisi dan mengukir prestasi, membawa nama harum daerah di kancah yang lebih luas.




Cuaca Buruk Landa Perairan Marabatuan, Polsek Pulau Sembilan Imbau Nelayan Tak Melaut

KAMIS, 13 NOVEMBER 2025 – Polsek Pulau Sembilan mengeluarkan imbauan keselamatan bagi para nelayan di wilayahnya menyusul kondisi cuaca buruk yang masih melanda perairan Marabatuan, Pulau Sembilan, hingga hari ini, Kamis (13/11/25).

Kondisi Laut Masih Berbahaya

Berdasarkan pantauan terkini, angin masih bertiup dengan kencang dan gelombang laut tergolong tinggi serta belum bersahabat untuk aktivitas melaut. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.

Menyikapi hal tersebut, para nelayan setempat memilih untuk mengutamakan keselamatan dengan tidak melaut. Mereka memanfaatkan waktu untuk beristirahat di darat sambil mengamankan dan menambatkan perahu-perahu mereka di lokasi yang aman di sekitar Dermaga Desa Tanjung Nyiur.

Polsek Aktif Pantau dan Beri Imbauan

Polsek Pulau Sembilan secara aktif terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi laut. Melalui siaran persnya, Kapolsek atau perwakilan menguatkan imbauan kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan, untuk untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas melaut.

“Kami memahami bahwa melaut adalah mata pencaharian utama. Namun, keselamatan jiwa adalah yang paling utama. Mari kita bersama-sama menunggu hingga kondisi cuaca benar-benar kembali bersahabat dan dinyatakan aman” Ungkap Iptu Agus Riyanto Kapolsek Pulau Sembilan.

Keselamatan Adalah Prioritas

Imbauan ini merupakan bagian dari komitmen Polri, dalam hal ini Polsek Pulau Sembilan, untuk selalu hadir di tengah masyarakat dengan mengedepankan prinsip Presisi (Prediktif, Responsif, Transparan Berkeadilan). Langkah antisipatif ini diharapkan dapat mencegah terjadinya musibah di laut.

Masyarakat diharapkan dapat terus memantau informasi dan perkembangan terbaru dari pihak berwajib.

Salam Presisi!

(Polsek Pulau Sembilan)




Peringatan Dini Polsek Pulau Sembilan: Larangan Melaut Ketika Gelombang Tinggi dan Angin Kencang

Polsek Pulau Sembilan Polres Kotabaru _Polsek Pulau Sembilan mengeluarkan larangan sementara bagi seluruh nelayan di wilayahnya untuk tidak melaut saat cuaca air laut gelombang tinggi dan angin kencang pada Rabu, 12 November 2025. Langkah ini diambil sebagai antisipasi dini menghadapi cuaca buruk yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.

Berdasarkan pantauan terkini, prakiraan cuaca untuk wilayah perairan Marabatuan dan Pulau Sembilan menunjukkan kondisi yang tidak menguntungkan. Ancaman utama berasal dari potensi angin kencang dan gelombang tinggi yang dapat membahayakan kapal-kapal nelayan.

Himbauan Inti Kapolsek Pulau Sembilan:

1. HENTIKAN SEMENTARA aktivitas melaut ketika terjadi gelombang tinggi dan angin kencang.
2. TUNDA semua rencana pelayaran hingga kondisi laut dinyatakan benar-benar aman.
3. UTAMAKAN KESELAMATAN JIWA dengan tetap berada di darat selama cuaca dilaut tidak bersahabat.

“Kami tidak ingin mengambil risiko. Keselamatan nyawa adalah yang utama. Hasil tangkapan yang melimpah tidak ada artinya jika nyawa menjadi taruhannya,” demikian pesan tegas dari Kapolsek Pulau Sembilan IPTU Agus Riyanto dalam himbauannya.

Nelayan diharapkan dapat mematuhi imbauan ini dan menyebarkannya kepada rekan-rekan yang lain. Masyarakat juga dapat melaporkan kondisi laut kepada pihak kepolisian terdekat.

(Polsek Pulau Sembilan)

Polsek Pulau Sembilan
Melindungi, Mengayomi, dan Melayani




Resmi! Kanit SPKT di Polres Ganti Nama Jadi Pamapta, Kapolres Kotabaru Sematkan Bet Secara Simbolis

Kotabaru – Struktur pelayanan di jajaran Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) resmi mengalami perubahan secara nasional. Jabatan Kepala Unit (Kanit) SPKT kini berganti nama menjadi Perwira Samapta (Pamapta) SPKT. Langkah ini merupakan bagian dari pembaruan organisasi Polri untuk memperkuat fungsi SPKT dalam pengendalian operasional harian serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres Kotabaru, AKBP Doli M. Tanjung, S.I.K., langsung menindaklanjuti kebijakan tersebut dengan memimpin apel launching perubahan nomenklatur Kanit SPKT menjadi Pamapta SPKT di halaman Mapolres Kotabaru, Senin (20/10/2025).

Dalam kegiatan itu, Kapolres secara simbolis menyematkan bet Pamapta kepada Aipda Rocky Lamulita Saragih selaku perwakilan SPKT Polres Kotabaru. Momen tersebut disaksikan langsung oleh para pejabat utama, perwira, serta seluruh personel Polres Kotabaru.

Perubahan nomenklatur ini mengacu pada Keputusan Kapolri Nomor: Kep/1438/IX/2025 yang ditetapkan pada 24 September 2025. Sebagai tindak lanjut, seluruh Polres di wilayah hukum Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) diminta segera melaksanakan kegiatan penyematan simbolis dan mempublikasikan perubahan tersebut. Sejumlah Polres di jajaran Polda Kalsel bahkan telah lebih dulu melaksanakan kegiatan serupa.

Pamapta memiliki peran penting dalam mendukung kinerja SPKT. Mereka bertanggung jawab langsung kepada Kapolres melalui Kepala SPKT (Ka SPKT). Jabatan Pamapta terbagi menjadi Pamapta I, II, dan III yang bekerja secara bergantian melalui sistem shift agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan selama 24 jam penuh.

Tugas utama Pamapta meliputi penerimaan laporan atau pengaduan masyarakat, pengendalian pelaksanaan pertolongan dan perlindungan, hingga menjadi tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP). Mereka juga menangani perkara ringan serta menjalankan pengendalian operasional kepolisian setiap hari.

Selain itu, Pamapta turut melaksanakan fungsi pelayanan terpadu seperti penerbitan Laporan Polisi, STTLP, SKCK, surat izin keramaian, hingga pengurusan SIM dan STNK.

Polda Kalsel menginstruksikan agar jabatan ini diutamakan diisi oleh lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) fresh graduate berpangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda). Namun jika belum memungkinkan, posisi tersebut dapat diisi oleh personel berpangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda).

Dengan perubahan nomenklatur ini, diharapkan pelayanan SPKT di tingkat Polres semakin maksimal, cepat tanggap, dan profesional. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan pelayanan prima dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Kepolisian.

(Humas Polres Kotabaru)




Polda Kalsel Terima Penghargaan dari ULM, Komitmen Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan Diakui

Banjarbaru _Puncak Dies Natalis ke-67 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima penghargaan bergengsi dari ULM atas kolaborasi strategis dalam program ketahanan pangan dan pengembangan institusi. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Rektor ULM, Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, M.M., kepada Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. yang diwakili Karo SDM Polda Kalsel Kombes Pol Maulana Hamdan, S.I.K. di Auditorium ULM di Banjarbaru, Senin (22/9/2025).

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi ULM terhadap peran aktif Polda Kalsel yang telah menjadi mitra utama dalam mendukung berbagai program, khususnya di sektor ketahanan pangan. Kerjasama yang terjalin meliputi bidang peternakan, budidaya ikan, dan budidaya jagung.

ULM menilai sinergi antara Polda Kalsel telah memberikan dampak positif yang signifikan. Polda Kalsel tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam program ketahanan pangan. ULM sangat mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan, terutama dalam pengembangan program-program strategis yang langsung menyentuh masyarakat.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan Penghargaan ini adalah bukti nyata dari komitmen Polda Kalsel untuk terus berkontribusi pada pembangunan daerah. Polda Kalsel percaya bahwa ketahanan pangan adalah pondasi penting untuk stabilitas sosial dan ekonomi.

“Atas nama pimpinan dan seluruh personel Polda Kalimantan Selatan, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Lambung Mangkurat atas apresiasi ini. Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras, dedikasi, dan sinergi solid seluruh jajaran Polda Kalsel bersama mitra kami, termasuk ULM,” ujar Kabid Humas.

Beliau menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan program prioritas Kapolri dan peran Bhayangkara untuk hadir di tengah masyarakat. Program ketahanan pangan ini merupakan implementasi dari Police and Society Partnership (kemitraan polisi dan masyarakat), di mana Polda Kalsel tidak hanya menjalankan tugas penegakan hukum tetapi juga berkontribusi langsung dalam membangun ketahanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Program seperti pembangunan kandang komunal, penyediaan bibit ternak dan ikan unggul, serta pendampingan budidaya jagung di lahan yang dimiliki oleh Polres jajaran, adalah wujud nyata kepedulian kami. Tujuannya jelas, yakni meningkatkan ekonomi warga dan mendukung pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan,” paparnya lebih lanjut.

Selain program ketahanan pangan, Polda Kalsel juga dinobatkan sebagai Mitra Utama Strategis ULM. Kolaborasi ini mencakup berbagai aspek, termasuk dukungan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kedepannya, kedua institusi berkomitmen untuk memperkuat kerjasama yang telah terjalin guna mendukung pembangunan Kalimantan Selatan yang lebih maju dan sejahtera.




Anak Pelajar di Pulau Sembilan Digigit Anjing Liar, Dikhawatirkan Terkena Rabies

Polres Kotabaru Polda Kalsel _Seorang pelajar perempuan berusia 16 tahun menjadi korban gigitan anjing liar di Desa Tanjung Nyiur, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, pada Rabu (10/9/2025) malam sekitar pukul 20.00 WITA. Kejadian ini semakin menguatkan kekhawatiran masyarakat akan populasi anjing liar yang terus bertambah dan kerap menimbulkan kejadian serupa.

Korban yang diketahui berimisial F (16), seorang pelajar SMA kelas 3, sedang berjalan menuju rumah neneknya di Kampung Gusung Karang RT 02 ketika insiden itu terjadi. Saat menaiki tangga rumah, seekor anjing liar tiba-tiba menerkam dan menggigit paha kanannya.

“Saat korban menaiki tangga rumah, tiba-tiba tanpa disadari korban langsung diterkam dan digigit oleh seekor anjing pada bagian paha sebelah kanan,” jelas laporan resmi Polsek Pulau Sembilan yang ditujukan kepada Kapolres Kotabaru.

Akibat gigitan tersebut, korban mengalami luka. Ia kemudian mendapatkan pertolongan pertama dari petugas Puskesmas Pulau Sembilan di Marabatuan yang menjalankan tugas, Firmantus Sanjaya dan Masita, Am.Keb. Luka gigitan dibersihkan dan diberikan obat penahan sakit.

Namun, karena Puskesmas setempat tidak memiliki stok vaksin anti-rabies (VAR), korban terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotabaru untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut guna mencegah potensi penyakit rabies.

Laporan Polsek Pulau Sembilan menyoroti bahwa kejadian serupa bukanlah yang pertama kali terjadi. Populasi anjing liar di kecamatan tersebut disebutkan terus meningkat dan telah sering kali menimbulkan insiden yang meresahkan warga.

“Kejadian tersebut sudah terjadi beberapa kali, anak yang digigit oleh anjing liar, dan populasinya saat ini di Kecamatan Pulau Sembilan terus bertambah dan sangat meresahkan masyarakat,” demikian tertulis dalam laporan tersebut.

Polsek Pulau Sembilan telah menerima laporan dari dua orang saksi, yaitu Rusdiansyah (42), seorang nelayan yang juga merupakan ayah korban, dan Siti Mainan (50), seorang ibu rumah tangga, keduanya warga setempat.

Hingga berita ini diturunkan, perkembangan kondisi korban masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak rumah sakit. Kapolsek Pulau Sembilan menyatakan bahwa perkembangan kasus ini akan terus dilaporkan.

(Humas Polres Kotabaru)




Bhayangkara FC Polres Kotabaru Lolos ke Final Bupati Cup 2025

Polres Kotabaru Polda Kalsel _Tim sepak bola Bhayangkara FC Polres Kotabaru berhasil melangkah ke babak final Turnamen Bupati Cup 2025. Kemenangan ini diraih setelah mereka mengalahkan Mekarsari FC dengan skor telak 2-0 dalam laga semifinal.

Pertandingan yang berlangsung pada Jumat (5/9/25) sore di Lapangan Sepak Bola Stadion Bamega, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, tersebut berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Dua gol kemenangan Bhayangkara FC menjadi bukti keunggulan tim yang dibina oleh Kepolisian Resor Kotabaru ini.

Di final yang akan digelar pada Senin (8/9/25) mendatang, Bhayangkara FC Polres Kotabaru dipastikan akan berhadapan dengan tim tangguh, Surya Samudra FC. Surya Samudra, yang juga merupakan tim unggulan, melaju ke final setelah mengalahkan Garuda FC di semifinal lainnya.

Atas pencapaian gemilang ini, Kapolres Kotabaru AKBP Doli M. Tanjung, S.I.K., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Melalui Kasi Humas Polres Kotabaru, beliau mengucapkan selamat kepada seluruh pemain dan ofisial tim.

“Kapolres menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas kerja keras tim hingga lolos ke final. Beliau juga berpesan agar dalam pertandingan final nanti, seluruh elemen tim dapat menjaga sportivitas, menunjukkan permainan terbaik, dan tentunya menjuarai turnamen ini,” ujar Kasi Humas Polres Kotabaru.

(Humas Polres Kotabaru)




Headline: Tokoh Agama Kotabaru Serukan Pentingnya Persatuan dan Menjaga Kondusivitas Daerah

Polres Kotabaru Polda Kalsel _Tokoh agama sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Raudatul Tholibin, Gusjam, mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kotabaru untuk bersikap tenang, menjaga persatuan dan kesatuan, serta turut berperan aktif dalam memelihara keamanan dan ketertiban.

Ajakan tersebut disampaikan Gusjam langsung dari kediamannya yang berada di kompleks pondok pesantren, Desa Batu Tunau, pada Minggu pagi (31/8/2025).

Dalam pesannya, Gusjam menekankan bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah tanggung jawab bersama. Ia mendorong masyarakat untuk tidak terpancing oleh isu-isu yang dapat memecah belah dan mengganggu stabilitas di Kotabaru.

“Kita harus selalu waspada, tetapi juga tetap tenang dan bijak dalam menyikapi berbagai dinamika yang ada. Persatuan dan kesatuan adalah kunci utama untuk menjaga kondusivitas daerah kita tercinta, Kotabaru, demi kemajuan bersama dalam bingkai NKRI,” ujar Gusjam.

Sebagai seorang tokoh yang dihormati, Gusjam percaya bahwa masyarakat Kotabaru memiliki semangat gotong royong dan toleransi yang tinggi. Ia berharap nilai-nilai luhur tersebut dapat terus dipupuk untuk menciptakan kerukunan antarumat beragama dan seluruh lapisan masyarakat.

Pondok Pesantren Raudatul Tholibin yang diasuhnya pun, disebutkannya, akan terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menebarkan pendidikan moral, agama, dan cinta tanah air kepada para santri serta masyarakat sekitar.

Ajakan dari tokoh kharismatik ini diharapkan dapat menyadarkan semua pihak akan pentingnya menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis, sehingga pembangunan di Kabupaten Kotabaru dapat terus berjalan dengan lancar.

(Humas Polres Kotabaru)




Dua rumah terbakar di Kelumpang Utara, tidak ada korban jiwa

Polsek Kelumpang Utara menangani peristiwa kebakaran yang menghanguskan dua unit rumah warga di Desa Sungai Seluang RT. 01, Kecamatan Kelumpang Utara, Kabupaten Kotabaru, pada Minggu malam (3/8/2025). Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.30 WITA dan baru berhasil dipadamkan dua jam kemudian.

Kedua rumah yang terbakar merupakan milik Hambrani (36) dan Armain (65), yang masing-masing berprofesi sebagai buruh tani dan petani. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong ditinggal bekerja oleh pemiliknya. Warga sekitar yang melihat api pertama kali berasal dari belakang rumah Hambrani segera berupaya memadamkan api secara manual. Namun karena bangunan rumah terbuat dari material kayu, api dengan cepat merembet ke rumah milik Armain.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp150 juta untuk rumah Hambrani dan Rp100 juta untuk rumah Armain. Ketiga saksi, yakni Zakaria, Mahran, dan Hadran, menerangkan bahwa sempat terdengar suara ledakan sebelum api membesar. Mereka sedang duduk di depan rumah ketika peristiwa itu terjadi.

Kapolsek Kelumpang Utara AKP Toto Sumaryono menyampaikan bahwa pihaknya segera mendatangi lokasi, mencatat identitas saksi dan korban, serta berkoordinasi dengan aparat desa untuk membantu menyiapkan tempat tinggal sementara bagi korban.

“Langkah cepat kami ambil untuk membantu masyarakat, dan saat ini kami masih mendalami penyebab pasti kebakaran,” jelas Kapolsek.

Situasi saat kejadian dilaporkan dalam kondisi cuaca cerah, dan peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada pimpinan pada pukul 00.10 WITA, Senin dini hari (4/8/2025).

(Humas Polres Kotabaru)




Diduga Jatuh Saat Memancing, Nelayan Pulau Sembilan Hilang di Perairan Marabatuan

Kotabaru – Seorang nelayan asal Desa Tanjung Nyiur, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, dilaporkan hilang saat memancing di perairan sekitar kapal KM Najwa yang sedang bersandar untuk perbaikan, Kamis (31/7/2025) dini hari.

Korban diketahui bernama A. Baharuddin, pria 52 tahun asal Bone yang menetap di RT 006 RW 003 Desa Tanjung Nyiur. Ia diduga terjatuh ke laut saat memancing di buritan sebelah kanan kapal KM Najwa yang berlabuh sekitar 250 meter dari daratan Pulau Marabatuan.

Menurut keterangan saksi, Suprio (37), seorang tukang kayu asal Jawa Tengah yang saat itu sedang bersama korban, menyebutkan bahwa kejadian bermula saat mereka memancing bersama sejak Rabu (30/7) sekitar pukul 19.00 Wita. Namun, sekitar pukul 23.30 Wita, Suprio meninggalkan korban untuk tidur. Ketika ia terbangun pada pukul 01.00 Wita dan kembali ke buritan kapal, korban sudah tidak berada di tempat.

“Saya kira korban sudah pulang, tapi sampannya masih terikat dan tempat ikannya masih ada. Saya jadi cemas dan langsung membangunkan kru kapal lainnya untuk mencari korban,” ujar Suprio.

Upaya pencarian pun langsung dilakukan bersama awak kapal, namun korban tidak ditemukan di sekitar lokasi. Anggota Polsek Pulau Sembilan yang mendapat laporan kejadian pada pukul 07.00 Wita langsung bergerak melakukan penyisiran ke arah barat laut sejauh enam mil, namun hingga kini korban belum ditemukan.

Kapolsek Pulau Sembilan membenarkan laporan dugaan orang hilang tersebut dan menyampaikan bahwa korban diketahui memiliki riwayat penyakit vertigo, sebagaimana disampaikan pihak keluarga.

“Upaya pencarian masih terus kami lakukan bersama masyarakat setempat. Kami juga telah mengamankan barang bukti dan memintai keterangan saksi-saksi yang berada di lokasi saat kejadian,” ujar Kapolsek.

Polisi juga telah melaporkan kejadian ini kepada pimpinan dan akan terus memberikan informasi perkembangan lebih lanjut apabila korban berhasil ditemukan.

(Humas Polres Kotabaru)