Polsek Sungai Durian Salurkan Bantuan ke Warga Desa buluh Kuning

Polres Kotabaru Polda Kalimantan Selatan – Polsek Sungai Durian menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembagian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat kurang mampu di Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, pada Kamis (16/01/2025). Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 09.00 Wita di RT 10 Desa Buluh Kuning.

Kegiatan ini dipimpin oleh personel Polsek Sungai Durian, yaitu Bripda Ahmad Norvianto, Bripda Muhammad Feril Pradana, dan Bripda M. Renaldi, yang menyerahkan bantuan secara langsung kepada enam warga setempat.

Kapolsek Sungai Durian IPTU Tri Wibawa,S.H. menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri kepada masyarakat. “Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu, serta menunjukkan kehadiran Polri di tengah masyarakat sebagai implementasi Polri yang Presisi,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri serta mempererat silaturahmi antara Polsek Sungai Durian dan warga Kecamatan Sungai Durian.

Kegiatan berakhir pukul 10.30 Wita dalam suasana aman dan kondusif. Polsek Sungai Durian berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial demi mendukung kesejahteraan masyarakat.

(Humas Polres Kotabaru)




Polres Kotabaru Gelar Jumat Curhat di Pangkalan Ojek Bundaran Tugu Ikan

Polres Kotabaru Polda Kalimantan Selatan – 10 Januari 2024, Polres Kotabaru kembali menggelar kegiatan Jumat Curhat, kali ini berlangsung di Pangkalan Ojek Bundaran Tugu Ikan. Kegiatan ini dihadiri oleh IPTU Sidiq Martujet, S.Sos., PS. Kasatresnarkoba Polres Kotabaru, IPTU Edy Junaidy, S.H., Kaurbinopsnal Satresnarkoba, IPDA Syah Hendra, S.E., Ka SPKT, dan AIPTU Agus Purwanto, PS. Kanit 3 SPKT.

sejumlah masyarakat, termasuk tukang becak dan pengendara ojek, menyampaikan aspirasi serta keluhan mereka. Salah satu tukang becak mengungkapkan kesulitan yang dialaminya, yaitu tidak mampu membayar sewa becak selama satu bulan terakhir karena penghasilan yang menurun.

Salah satu pertanyaan juga datang dari masyarakat terkait langkah yang harus diambil jika menemukan seseorang yang menanam ranjau (narkoba) di lingkungan mereka. “Apakah kami boleh mengamankan orang tersebut atau harus langsung lapor polisi?” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, IPTU Sidiq Martujet menjelaskan bahwa masyarakat tidak disarankan untuk bertindak sendiri demi keamanan. “Jika menemukan situasi seperti itu, segera hubungi nomor anggota polisi yang Anda kenal atau nomor polisi 110. Jangan mencoba mengamankan sendiri, dan hindari menyentuh barang bukti yang ada agar tidak merusak proses hukum,” ujarnya.

Selain memberikan arahan, IPTU Sidiq juga berbagi rezeki dengan memberikan bantuan kepada tukang becak yang kesulitan membayar sewa. “Semoga ini bisa membantu sedikit untuk meringankan beban dan mendukung bapak mencari nafkah untuk keluarga,” ucapnya.

Kegiatan Jumat Curhat ini menegaskan komitmen Polres Kotabaru untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung berbagai permasalahan mereka, dan memberikan solusi nyata. Dialog yang berlangsung dengan penuh keakraban ini menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis kepolisian kepada masyarakat Kotabaru.

(Humas Polres Kotabaru)




Sat Lantas Polres Kotabaru Laksanakan Program “Police Goes to School “

Polres Kotabaru Polda Kalsel _Selasa, 7 Januari 2025 – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotabaru melaksanakan program “Police Goes to School” di SD Negeri Batuah 2 Kotabaru. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang keselamatan berkendara.

Kegiatan yang dipimpin oleh Kanit Kamsel Sat Lantas IPDA Wahyu Bagus Pratama, SH. MH. Ini selain Sosialisasi keselamatan berkendara juga Pengenalan rambu-rambu lalu lintas dan Cara berkendara yang baik dan benar serta penekanan Pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Kapolres Kotabaru AKBP Doli M. Tanjung, S.I.K. melalui Kasat Lantas Polres Kotabaru AKP Denny Maulana, S.Tr.K. berharap melalui kegiatan ini akan meningkatkan kesadaran siswa tentang keselamatan berkendara dan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas serta membentuk generasi yang peduli keselamatan berlalu lintas.

(Humas Polres Kotabaru).




Kiprah Aiptu Agus Riyanto Agar Anak-anak Pemulung Bisa Sekolah

Bhabinkamtibmas Srengseng Polsek Kembangan, Jakarta Barat, Aiptu Agus Riyanto, mendirikan sekolah di tengah permukiman kumuh kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat. Sekolah ini gratis untuk anak-anak setempat yang mayoritas dari keluarga pemulung barang bekas.
“Jadi kami sebagai Bhabinkamtibmas mendirikan sekolah untuk anak-anak yang putus sekolah slum area, daerah kumuh, dan mereka ini anak-anak yang tidak punya kesempatan untuk sekolah formal. Kemudian kita dirikan sekolah, kita ajarkan mereka agar ke depan mereka bisa mendapatkan ijazah dan bisa berguna untuk mencari pekerjaan,” kata Aiptu Agus dalam sebuah video yang diterima detikcom, Selasa (7/1/2025).
Pria yang sudah menjadi polisi sejak tahun 1998 ini sudah empat bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Polsek Kembangan. Sekolah yang dibangun Agus sejak empat tahun lalu itu hasil dari dirinya mendengar dan melihat masalah warga setempat.
“Sebagai Bhabinkamtibmas yang tugas kesehariannya selalu interaksi dengan masyarakat, kita melihat apa yang ada di masyarakat itu. Saya temukan setiap hari banyak anak-anak yang usia sekolah tapi tidak bersekolah, mereka membantu orang tuanya mengumpulkan barang-barang bekas,” ucapnya.

Awalnya Agus hanya mengumpulkan anak-anak yang tidak sekolah, lalu diberikan pembelajaran di sebuah gubuk kosong. Namun seiring berjalannya waktu, animo anak-anak setempat untuk belajar bersama Agus semakin tinggi. Akhirnya, Agus berinisiatif mendirikan Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Maju Bersama di Jalan Sawah Balong, Srengseng.
“Usia anak yang belajar usia 4 tahun sampai dengan 13 tahun. Jumlahnya sekitar 80 anak. Jadi anak-anak peserta dididik kita ada di sekitar slum area. Ada Paud atau TPA setingkat TK, ada juga PKBM atau sekolah paket untuk anak-anak yang memang putus sekolah atau tidak bisa melanjutkan sekolah formal,” jelas Agus.

“Untuk peserta didik yang sekolah paket maupun TPA ini semuanya gratis. Untuk operasional swadaya kita bersama, kita dengan elemen masyarakat sekeliling yang memang mendukung kegiatan kita,” tambahnya.
Agus tidak memungut biaya dari anak-anak setempat untuk bisa belajar di sekolah tersebut. Namun, kata Agus, anak-anak yang sekolah paket perlu mengumpulkan botol-botol bekas minuman setiap dua minggu sekali untuk dijual yang hasil penjualannya akan dipakai untuk operasional sekolah tersebut.

“Jadi sekolah ini memang di tempat sampah, jadi sampah yang ada di sini kita manfaatkan, bukan dibuang sia-sia, tapi kumpulkan untuk kelangsungan sekolah di sini. Guru-guru dari relawan yang memang sudah cukup lama dalam program ini,” ujarnya.

Hingga kini, operasional sekolah itu berjalan dengan baik. Sesekali Agus juga mengajar di sekolah tersebut ketika senggang bertugas di Polsek Kembangan.




Kisah Aipda Julianto Pane: Awalnya Belajar Ngaji Berujung Bikin Pesantren

 

Aipda Julianto Pane mengabdikan diri menjadi polisi sekaligus dai. Kanit Binpolmas Polres Gayo Lues, Aceh, ini juga mendirikan pesantren untuk melayani pendidikan bagi masyarakat sekitarnya.
Julianto mendirikan Pondok Pesantren Ruhul ‘Azam mulai pekerjaan tahun 2008 dan diresmikan pada 2009. Menurut Julianto, pesantren ini awalnya didirikan saat dirinya dan rekan-rekan sesama anggota Polri memiliki keinginan untuk belajar mengaji dan belajar zikir.

“Sehingga mereka kawan-kawan kita datang ke rumah. Karena rumah keadaannya waktu itu tidak memungkinkan atau terlalu kecil, seiring dengan bertambahnya jamaah, maka kami mengambil pondok pesantren untuk menjadi tempat kami berkumpul mendirikan pengajian. Sehingga kami dirikan pertama pengajian, kemudian didirikan rumah,” kata pria yang kerap dipanggil Ustaz Pane dalam video yang diterima detikcom, Senin (6/1/2025).
Setelah 15 tahun berdiri, Pesantren Ruhul ‘Azam banyak mengalami perkembangan. Hingga kini, pesantren ini telah terintegrasi dengan sekolah formal di bawah Kementerian Agama, yaitu madrasah ibtidaiah (MI), madrasah tsanawiah (MTs), dan madrasah aliyah (MA).

“Dalam kurikulumnya kita juga masukan pelajaran kitab kuning, bahasa Arab, bahasa Inggris, kemudian juga di dalamnya menjadi program unggulan yaitu tahfiz Qur’an, dan juga untuk membina akhlak, kita juga masukan pelajaran tasawuf,” ucapnya.

Aipda Julianto Pane mengabdikan diri menjadi polisi sekaligus dai. Kanit Binpolmas Polres Gayo Lues, Aceh, ini juga mendirikan pesantren untuk melayani pendidikan bagi masyarakat sekitarnya.
Julianto mendirikan Pondok Pesantren Ruhul ‘Azam mulai pekerjaan tahun 2008 dan diresmikan pada 2009. Menurut Julianto, pesantren ini awalnya didirikan saat dirinya dan rekan-rekan sesama anggota Polri memiliki keinginan untuk belajar mengaji dan belajar zikir.

“Sehingga mereka kawan-kawan kita datang ke rumah. Karena rumah keadaannya waktu itu tidak memungkinkan atau terlalu kecil, seiring dengan bertambahnya jamaah, maka kami mengambil pondok pesantren untuk menjadi tempat kami berkumpul mendirikan pengajian. Sehingga kami dirikan pertama pengajian, kemudian didirikan rumah,” kata pria yang kerap dipanggil Ustaz Pane dalam video yang diterima detikcom, Senin (6/1/2025).

Anak Bos Rental Mobil Ngaku Sempat Ditodong Pistol Sebelum Ayahnya Ditembak
Setelah 15 tahun berdiri, Pesantren Ruhul ‘Azam banyak mengalami perkembangan. Hingga kini, pesantren ini telah terintegrasi dengan sekolah formal di bawah Kementerian Agama, yaitu madrasah ibtidaiah (MI), madrasah tsanawiah (MTs), dan madrasah aliyah (MA).

“Dalam kurikulumnya kita juga masukan pelajaran kitab kuning, bahasa Arab, bahasa Inggris, kemudian juga di dalamnya menjadi program unggulan yaitu tahfiz Qur’an, dan juga untuk membina akhlak, kita juga masukan pelajaran tasawuf,” ucapnya.
Julianto menyebut sudah banyak alumni dari Pesantren Ruhul ‘Azam. Menurutnya, para alumni pesantren ini ditugaskan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat sekitar. Dia memastikan tidak memungut biaya sepeser pun ke masyarakat.

“Jadi anak anak kita yang sudah tamat MA dia itu mengabdi di sekeliling masyarakat. Mereka kita antar ke tempat ke mereka mengabdi mengajar ngaji ke anak-anak, dan juga mereka itu akan kita jemput. Jadi pihak pesantren antar-jemput untuk memudahkan mereka dalam mengajar dan kita tidak mengutip dana apa-apa terhadap masyarakat,” ujar Julianto.

Dia berharap pendidikan pesantren dapat mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki keterampilan. Selain itu, pelatihan wiraswasta untuk santri dan ceramah agama yang bersinergi dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi langkah konkret dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan harmonis.




Aipda Andi Ikbal, Polisi Pejuang Literasi untuk Anak-anak Salebba Bone

Aipda Andi Ikbal Rosani mendapat motor dinas dari Polri karena bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Salebba, Polsek Ponre, Kabupaten Bone. Ikbal memodifikasi motor dinasnya itu untuk dijadikan perpustakaan keliling.
“Saya mendapatkan pembagian kendaraan dinas dari Polri itu sepeda motor Bhabinkamtibmas untuk saya gunakan di desa binaan. Motor ini saya sulap supaya bisa menampung buku-buku untuk saya bagikan di desa binaan untuk anak-anak,” kata Ikbal dalam video yang diterima detikcom, Senin (6/1/2025).

“Jadi kalau modifikasi cuma sedikit, kadang saya gunakan rak buku di samping kiri dan kanan. (sekarang) Sudah ada boks bagasi dari dinas untuk saya pergunakan,” tambahnya.

Ikbal mengatakan ide untuk membuat program perpustakaan keliling datang karena keresahannya saat COVID-19 tahun 2020. COVID-19 berdampak terhadap banyak sekolah yang memberlakukan pembelajaran daring, tapi sinyal internet di tempatnya bertugas itu sangat tidak memadai.

“Di sini jangankan HP, sinyal pun tidak ada, oleh karena itu saya tergerak untuk memberikan perpustakaan keliling, menyambangi anak-anak yang membutuhkan belajar di waktu pandemi itu,” ucapnya.
Ikbal menyediakan sejumlah buku bacaan, buku pelajaran, hingga komik untuk dibaca anak-anak di kampung yang dikunjunginya. Menurutnya, operasional perpustakaan keliling itu ditanggung sendiri oleh dirinya.

“Dari Polsek Ponre itu ke desa binaan itu berjarak sekitar 10 km, perjalanan tidak cukup panjang tapi jalanan yang berbatu, berlumpur itu yang menyulitkan saya sampai ke desa binaan,” ujar Ikbal.

Dia mengaku menyisihkan sedikit gajinya untuk membeli buku atau memperbaiki buku yang rusak. Ikbal juga sesekali menerima bantuan dari rekan-rekannya sesama polisi yang dipakai untuk operasional programnya tersebut.

“Dulu anak-anak di sana takut seragam dinas, tapi alhamdulillah ketika saya bertugas di sana sebagai bhabinkamtibmas sekitar 7 tahun, alhamdulillah anak-anak sudah terbuka, sudah akrab kepada polisi kepada TNI,” katanya.
Selain perpustakaan keliling, Ikbal juga menggagas program Warung Keliling. Program itu bekerja sama dengan kepala desa dan beberapa pemilik warung di Desa Salebba. Ikbal menitipkan beberapa buku di warung agar anak-anak datang ke warung tidak hanya untuk jajan, tapi juga bisa sambil membaca.

“Saya di Desa Salebba itu sudah mendirikan 3 warung literasi di mana ini hadir di setiap dusun di Desa Salebba. Jadi warung-warung mereka saya padati dengan buku supaya anak-anak bisa langsung gampang membaca dan meminjam buku di warung yang kami sediakan,” ucap Ikbal

Menurut Ikbal, anak-anak merasa senang dengan program Warung Literasi tersebut. Ikbal menyebut anak-anak bisa jajan sambil meminjam buku untuk dibaca di tempat.

“Kemarin ada salah satu anak yang memberitahukan kepada saya ‘di sini enak sekali pak,6 kami bisa baca buku sambil ngemil’. Artinya mereka bisa membeli jajan yang ada dan pemilik warung juga gembira karena didatangi anak-anak untuk berbelanja sambil membaca,” imbuhnya.




Kesiapan Penanaman Jagung Serentak: Wakapolres Kotabaru Cek Land Clearing Lahan di Desa Sarang Tiung

Polres Kotabaru Polda Kalimantan Selatan – Selasa, 31 Desember 2024, Polres Kotabaru bersama PT Arutmin dan masyarakat melaksanakan pengecekan proses land clearing (penyiapan dan pembersihan lahan) di Desa Sarang Tiung Kec. Pulau Laut Sigam Kab. Kotabaru sebagai persiapan kegiatan penanaman serentak yang akan berlangsung pada 15 Januari 2025 mendatang. Lahan seluas dua hektar ini rencananya akan ditanami jagung yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan nasional, Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Wakapolres Kotabaru, KOMPOL Agus Rusdi Sukandar, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung pengecekan proses penyiapan lahan. Ia memastikan tahapan land clearing dan perataan tanah berjalan sesuai rencana untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program.

Dalam kegiatan ini, sinergi antara Polres Kotabaru, PT Arutmin dan masyarakat setempat menjadi kunci utama. Selain membersihkan lahan, persiapan juga meliputi perataan tanah dan penyiapan area tanam untuk memastikan kesuksesan penanaman serentak.

Kapolres Kotabaru, AKBP Doli M. Tanjung, S.I.K., menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam kegiatan ini. “Kegiatan ini adalah wujud nyata sinergi antara Polres Kotabaru, PT Arutmin, dan masyarakat. Kami berharap program ini dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi warga,” ujarnya.

Polres Kotabaru bersama seluruh mitra kerja akan terus memantau dan memastikan seluruh proses persiapan berjalan optimal hingga pelaksanaan penanaman serentak.

(Humas Polres Kotabaru)




Sat Lantas Polres Kotabaru Bagikan Paket Sembako Jelang Penghujung Tahun 2024

Polres Kotabaru Polda Kalsel _Menjelang penghujung tahun 2024, Satuan Lalulintas Polres Kotabaru melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan membagikan puluhan paket sembako kepada warga masyarakat yang membutuhkan dan kurang mampu. Senin (30/12).

Kegiatan ini dipimpin oleh Kasatlantas Polres Kotabaru, AKP Denny Maulana, S.Tr.K. dan diikuti oleh anggota Satlantas. Paket sembako yang dibagikan berisi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak, dan lainnya.

“Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur dan kepedulian kami terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban mereka,” kata AKP Denny Maulana.

(Humas Polres Kotabaru).




Sipropam dan Baglog Polres Kotabaru Berbagi Kepedulian kepada Masyarakat

Polres Kotabaru Polda Kalsel _Pada Rabu, 18 Desember 2024, pukul 14.30 WITA, Polres Kotabaru melaksanakan Penyaluran Bantuan Sosial kepada masyarakat kurang mampu. Kegiatan ini dipimpin oleh AKP H. Dammas, S.Sos, dengan melibatkan anggota Sipropam dan Baglog.

Beberapa warga penerima bantuan, termasuk lansia dan non-penerima BLT, mendapatkan beras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kegiatan ini merupakan komitmen Polri menjaga keamanan, kenyamanan dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata AKP H. Dammas.

(Humas Polres Kotabaru)




Kapolres Kotabaru Himbau Warga Waspada Cuaca Ektrem dan Banjir Rob

Polres Kotabaru Polda Kalsel_Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kotabaru, AKBP Doli M. Tanjung, SIK, kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan banjir rob di wilayah Kabupaten Kotabaru. Senin (16/12/24).

Dalam himbauannya, Kapolres menyoroti risiko yang dihadapi masyarakat pesisir akibat tingginya pasang air laut. Ia juga memberikan beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan warga untuk meminimalkan dampak cuaca ektrem dan banjir rob akibat dampak air laut pasang tinggi akhir-akhir ini.

Langkah-langkah antisipasi yang disampaikan adalah sebagai berikut:

1. Pantau informasi cuaca resmi dari BMKG.
2. Amankan barang berharga di tempat yang lebih tinggi.
3. Hindari aktivitas di pesisir saat pasang tinggi.
4. Laporkan situasi darurat ke posko terdekat atau layanan darurat call center Polri 110 siaga 1 x 24 jam.
5. Tetap tenang, waspada, dan saling membantu jika terjadi bencana.
6. Mari bersama menjaga keselamatan.

Kapolres juga menekankan pentingnya sikap tenang dan kewaspadaan dalam menghadapi bencana. “Keselamatan adalah prioritas utama, mari saling membantu untuk menjaga situasi tetap kondusif,” ungkap Kapolres.

Dengan himbauan ini, diharapkan masyarakat Kotabaru dapat lebih siap menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan mengurangi risiko kerugian maupun korban jiwa.

(Humas Polres Kotabaru).