Penyelundupan 135 Kg Sabu dari Thailand di Aceh Digagalkan, Diduga Berkaitan dengan Fredy Pratama

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 135 kilogram di Aceh. Barang haram tersebut diduga berasal dari Thailand dan masih berkaitan dengan jaringan gembong narkoba Fredy Pratama.

“Kami menerima informasi bahwa ada penyelundupan narkotika dari Thailand. Kemungkinan besar ini merupakan barang milik Fredy Pratama,” ujar Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Selasa (11/2/2025).

Mukti menegaskan bahwa Fredy Pratama masih aktif mengendalikan jaringan narkotika di Indonesia. Ia bahkan disebut telah mengubah pola komunikasi untuk menghindari pelacakan.

“Fredy masih mempertahankan jaringannya di Indonesia. Kami mendeteksi bahwa ia terus berupaya memperkuat sindikasi ini,” tambahnya.

Dalam penyelidikan lebih lanjut, kepolisian akan menerapkan strategi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) guna mengungkap aliran dana yang mengarah ke Fredy Pratama.

“Melalui TPPU, semua dapat terungkap. Kalau hanya menangkap pelaku di lapangan, mereka tidak akan mengaku. Namun, jika kita menelusuri rekening mereka, pasti ujungnya mengarah ke Fredy Pratama,” jelas Mukti.

Hingga saat ini, Fredy Pratama diyakini masih bersembunyi di Thailand dan mendapat perlindungan dari pihak tertentu. Polri pun terus berkoordinasi dengan otoritas Thailand untuk menangkapnya.

“Kami belum bisa menjangkau dia. Fredy adalah gembong besar yang sulit disentuh oleh pemerintah Thailand,” ungkap Mukti.

Fredy Pratama sendiri telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2014. Polri telah membentuk Tim Khusus Escobar Indonesia untuk memburunya, bekerja sama dengan Kepolisian Thailand serta Drugs Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat.

Dalam operasi yang berlangsung pada 7 dan 8 Februari 2025, polisi menangkap empat warga Aceh yang diduga terlibat dalam penyelundupan ini. Mereka berinisial I, F, E, dan M, yang diamankan di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Lhoksukon.

“Para pelaku semuanya warga Indonesia, berasal dari Aceh. Saat ini, mereka telah diamankan,” terang Mukti.

Barang bukti yang berhasil disita dalam pengungkapan ini meliputi 135 bungkus sabu yang dikemas dalam teh China berlabel 999 dan 99, satu perahu mesin dua kepala, satu boat oskadon, satu unit ponsel satelit merek Thuraya, satu perangkat Garmin, lima unit ponsel Android, serta satu unit mobil Avanza hitam.

“Barang ini rencananya akan diedarkan ke kota-kota besar seperti Medan dan Jakarta,” tambahnya.

Saat ini, keempat tersangka telah ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Mereka dijerat dengan Pasal 114, Pasal 112, dan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya adalah pidana mati atau minimal lima tahun penjara dengan denda Rp10 miliar.

Polri memastikan akan terus membongkar jaringan narkotika ini hingga ke akar-akarnya dan menangkap Fredy Pratama yang masih buron.




Kapolri dan Ketua PBNU Bahas Keberagaman serta Isu Kekerasan di Pendidikan

Jakarta._Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan Ketua PBNU Alissa Wahid dalam sebuah audiensi yang membahas berbagai isu kebangsaan, termasuk keberagaman dan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Kapolri menegaskan komitmennya untuk menjaga keberagaman sebagai salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia.

“Kami sangat senang dan berkomitmen untuk terus menjaga keberagaman serta toleransi, karena Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang beragam. Keberagaman ini merupakan kekuatan yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Kapolri usai pertemuan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Kapolri didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi Polri, termasuk Kabaintelkam Polri Komjen Syahardiantono, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim, Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho, Wakabareskrim Polri Irjen Asep Edi Suheri, Waastamaops Irjen Endi Sutendi, Kakor Binmas Irjen Edy Murbowo, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, serta Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPO) Brigjen Nurul Azizah.

Sementara itu, Ketua PBNU Alissa Wahid hadir bersama Wasekjen PBNU Mahrus Elmawa, Sekretaris Lakpesdam PBNU Ufi Ulfiah, Ketua LBH PP GP Ansor Dendy Zuhairil Finsa, serta pengurus RMI PBNU Ulun Nuha.

Kapolri menegaskan bahwa Polri akan mengambil langkah konkret dalam menindaklanjuti pembahasan terkait toleransi dan isu-isu strategis lainnya yang menjadi perhatian masyarakat.

“Oleh karena itu, kami akan melaksanakan kerja sama lanjutan terkait isu-isu yang menjadi perhatian NU dan berbagai pihak, termasuk aktivis yang peduli terhadap persoalan ini,” tegas Kapolri.

Dalam kesempatan yang sama, Alissa Wahid mengungkapkan bahwa salah satu isu utama yang dibahas adalah kekerasan di lembaga pendidikan. Menurutnya, PBNU tengah berupaya untuk meminimalisasi, menurunkan, bahkan memberantas kekerasan di sekolah, madrasah, dan pesantren.

“Isu kekerasan di lembaga pendidikan menjadi perhatian utama kami di PBNU. Kami telah mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi hal ini,” ujar Alissa.

Alissa juga menekankan pentingnya dukungan dari Polri dalam menangani kekerasan di pesantren, sekaligus mengatasi persoalan radikalisme yang masih menjadi ancaman di masyarakat.

“Radikalisme masih menjadi isu yang perlu diwaspadai, karena bertentangan dengan semangat hubbul wathan minal iman yang dipegang oleh NU. Kami bersyukur dapat berdiskusi secara mendalam dan berbobot dengan Bapak Kapolri,” tambahnya.

Pertemuan ini menegaskan sinergi antara Polri dan PBNU dalam menjaga persatuan bangsa, serta mengatasi berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat.




Pelajar Meninggal Tenggelam di Sungai Manunggul: Polsek Sungai Durian Tingkatkan Edukasi Keselamatan

Polres Kotabaru Polda Kalsel _Seorang pelajar berusia 15 tahun, Intan Yulia Putri, meninggal dunia akibat tenggelam di aliran Sungai Manunggul Km. 18, Desa Rantau Buda, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru. Kejadian ini terjadi pada Selasa, 11 Februari 2025, sekitar pukul 17.00 WITA. Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa setelah terbawa arus sungai yang deras.

Kapolres Kotabaru AKBP Doli M. Tanjung, S.I.K melalui Kapolsek Sungai Durian IPTU Tri Wibawa menyampaikan “Menurut laporan saksi, kejadian bermula ketika Intan bersama dua temannya, Andik Fajrian dan Kesya Farida Nurliani, bermain di sungai tersebut. Intan dan Andik mandi di pinggir sungai, sementara Kesya hanya menunggu di pinggir. Sekitar 30 menit kemudian, Intan dan Andik mencoba menyeberang untuk mendatangi Kesya yang berada di atas batu. Namun, keduanya terbawa arus menuju pusaran air. Andik berhasil menyelamatkan diri, tetapi Intan tidak dapat melawan arus dan hanyut”.

Saksi ketiga, Supriyono, yang mendengar teriakan minta tolong, segera datang membantu. Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil karena arus sungai yang kuat dan kedalaman pusaran air yang mencapai 3-4 meter. Intan akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa sekitar pukul 17.00 WITA dan dibawa ke rumah untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter dari Puskesmas Sungai Durian memeriksa korban dan menyatakan bahwa Intan meninggal dunia akibat tenggelam tanpa adanya tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuhnya. Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.

Atas kejadian ini Polsek Sungai Durian, akan melakukan sosialisasi lebih intensif kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah yang rawan seperti Sungai Manunggul. “Kami juga akan bekerja sama dengan pihak sekolah dan pemerintah setempat untuk memberikan pemahaman tentang risiko bermain di sungai,” ujar Kapolsek.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Masyarakat diharapkan lebih waspada dan selalu memprioritaskan keselamatan, terutama saat berada di dekat sungai atau daerah berair,” tambah Kapolsek.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian darurat kepada pihak berwajib agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

(,Humas Polres Kotabaru).




Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kunjungi Pos Brimob di Oksibil dan Serambakon, Berikan Motivasi kepada Personel

Oksibil – Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., melakukan kunjungan kerja ke dua pos Brimob di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Selasa (11/2). Ia mengunjungi Pos Brimob Kotaraja di Distrik Serambakon dan Pos RRI Brimob Operasi Damai Cartenz di Oksibil. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan motivasi, mengevaluasi kondisi lapangan, serta mempererat sinergi antara personel keamanan dan masyarakat setempat.

Dalam kunjungan ke Pos Brimob Kotaraja, Kombes Pol Yusuf Sutejo didampingi oleh Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Anto Seven, S.I.K., M.H. Ia mengapresiasi dedikasi personel yang bertugas di wilayah dengan tantangan geografis berat.

“Kami sangat menghargai pengabdian rekan-rekan di sini yang tetap bersemangat menjalankan tugas meski dihadapkan pada medan yang sulit. Keamanan dan ketertiban di Pegunungan Bintang sangat bergantung pada kerja keras kalian,” ujar Yusuf Sutejo dalam arahannya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan harmonis dengan masyarakat. “Keberhasilan kita dalam menjaga keamanan tidak lepas dari peran serta warga. Jalin komunikasi yang baik dengan mereka, karena sinergi ini akan memperkuat stabilitas di daerah ini,” tambahnya.

Selanjutnya, Kasatgas Humas dan Kapolres melanjutkan kunjungan ke Pos RRI Brimob Ops Damai Cartenz di Oksibil. Di sana, mereka meninjau fasilitas pos serta mendengarkan langsung aspirasi personel.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Yusuf kembali menekankan bahwa tugas yang diemban personel bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga pengabdian kepada negara. “Kalian adalah garda terdepan dalam menjaga keamanan di wilayah ini. Tantangan di lapangan memang besar, tetapi kita harus tetap solid dan beradaptasi dengan kondisi yang ada,” tegasnya.

Ia juga mendorong personel untuk memanfaatkan teknologi dalam menjalankan tugas. “Kondisi lapangan yang dinamis menuntut kita untuk kreatif dan fleksibel. Gunakan sumber daya yang ada secara maksimal dan jangan ragu untuk melaporkan kendala kepada pimpinan,” katanya.

Menutup kunjungan, Kasatgas Humas berpesan agar personel tetap menjaga kesehatan dan kebugaran. “Fisik dan mental yang prima adalah modal utama dalam menjalankan tugas. Jaga kondisi tubuh dan tetap semangat demi keamanan wilayah kita,” pungkasnya.

Diharapkan, kunjungan ini dapat memberikan dorongan semangat bagi personel serta memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat, sehingga situasi kondusif di Pegunungan Bintang tetap terjaga.




Harumkan Nama Indonesia, Anggota Polri Ikuti Police Academy Exchange Program di UEA

Jakarta – AKP Muhammad Yogie Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.Sc., anggota Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam Police Academy Exchange Program yang diselenggarakan di Abu Dhabi Police College, Uni Emirat Arab (UEA). Program ini diikuti oleh 53 anggota kepolisian dari 30 negara.

Program pelatihan ini diselenggarakan oleh International Association of Chiefs of Police (IACP) bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri UEA dan berlangsung selama empat bulan.

Dalam program ini, peserta akan mendapatkan pelatihan yang mencakup berbagai aspek kepolisian, di antaranya:

– Ilmu hukum dan kepolisian

– Keamanan dan administrasi kepolisian

– Pelatihan unit khusus (specialized unit)

– Latihan baris-berbaris dan fisik

– Latihan menembak

Program ini bertujuan sebagai studi banding ilmu kepolisian antarnegara, khususnya antara negara penyelenggara dengan negara peserta.

Menteri Dalam Negeri UEA, Saif bin Zayed Al Nahyan, mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan ini.

“Saya mengucapkan selamat kepada semua lulusan serta keluarga mereka atas prestasi ini. Saya mendoakan mereka sukses dalam melayani negara dan masyarakat dengan kepemimpinan yang bijaksana, dedikasi, dan ketulusan,” ujarnya pada Selasa (11/2/25).

Di sisi lain, Kadiv Hubinter Polri, yang diwakili oleh Kabagkembangtas Kombes Pol. Priyo Waseso, S.Si., M.P.P., menyatakan bahwa program ini berperan penting dalam memperkenalkan Polri di kancah internasional.

“Melalui kegiatan pertukaran perwira ini, Polri dapat mengembangkan jaringan dengan kepolisian internasional, yang akan memudahkan koordinasi dalam mengatasi kejahatan lintas negara. Diharapkan, ke depan Polri terus mengirimkan perwakilan dalam program ini,” jelasnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan Polri semakin dikenal di tingkat global dan dapat memperkuat kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan internasional.




AIPDA Wayan Agus Mulyono Bhabinkamtibmas Dukung Program Ketahanan Pangan di Desa Pantai Baru

Polres Kotabaru Polda Kalsel _AIPDA Wayan Agus Mulyono, Bhabinkamtibmas Desa Pantai Baru, Polsek Pulau Laut Tengah, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui inisiatif “Pekarangan Pangan Bergizi”. Pada Rabu (12/2/2025) pukul 09.00 WITA, AIPDA Wayan mengunjungi Dewi Yulianti, S.Pd., warga RT.07/RW.02 Desa Pantai Baru, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru, untuk memantau perkembangan program tersebut.

Dewi Yulianti, pemilik lahan pekarangan seluas 10 x 20 meter persegi, telah memanfaatkan lahannya untuk menanam berbagai jenis sayuran. Dalam 20 hari terakhir, ia telah melakukan penyemaian tunas dan perawatan tanaman secara intensif. Namun, dengan meningkatnya intensitas musim hujan, tanaman berisiko mengalami kerusakan akar dan pertumbuhan terhambat akibat kelebihan air. Hal ini dapat berpotensi menyebabkan gagal panen jika tidak dilakukan perawatan yang lebih optimal.

AIPDA Wayan memberikan pendampingan dan edukasi kepada Dewi Yulianti serta warga setempat tentang cara merawat tanaman secara efektif, terutama di musim penghujan. “Kami ingin memastikan bahwa program ini tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat. Perawatan yang tepat sangat penting untuk mencegah kerusakan tanaman dan memastikan ketahanan pangan,” ujar AIPDA Wayan.

Program “Pekarangan Pangan Bergizi” yang diluncurkan oleh Polri bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan gizi masyarakat. Melalui program ini, Bhabinkamtibmas hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pendampingan dan pengetahuan tentang pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal. Program ini juga sejalan dengan upaya Polri untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung suksesnya Asta Cita.

(Humas Polres Kotabaru )




Sat Binmas Polres Kotabaru Jalin Silaturahmi dengan Klenteng An Hwa Tian dalam Rangka Perayaan Cap Go Meh 2025

Polres Kotabaru Polda Kalsel – Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Kotabaru melaksanakan kegiatan silaturahmi kamtibmas di Klenteng An Hwa Tian, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Kotabaru Hilir, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut perayaan Cap Go Meh 2025 yang jatuh pada hari Rabu, 12 Februari 2025, pukul 08.30 WITA.

Dalam kunjungan tersebut, Kasat Binmas Polres Kotabaru, IPTU Mujiyanto, didampingi oleh tiga anggota staf Sat Binmas. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara kepolisian dengan pengurus dan jemaat Klenteng An Hwa Tian, serta menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

IPTU Mujiyanto menyampaikan pesan kamtibmas kepada pengurus klenteng agar selalu waspada terhadap orang-orang yang masuk ke area klenteng. “Jika terlihat orang asing, dekati dan sapa dengan ramah. Apabila ada hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan ke Polres Kotabaru,” ujarnya. Pesan ini disampaikan guna menjaga keamanan dan kenyamanan jemaat serta masyarakat sekitar selama perayaan Cap Go Meh.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan keharmonisan komunikasi antara kepolisian dengan pengurus Klenteng An Hwa Tian, yang diwakili oleh Bapak Jony Kamitono. Diharapkan, hubungan yang baik ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaat klenteng serta masyarakat sekitar.

Jony Kamitono, selaku pengurus Klenteng An Hwa Tian, menyambut baik kunjungan Sat Binmas Polres Kotabaru. Ia juga menginformasikan bahwa pada malam hari akan digelar pertunjukan Barongsai di depan Klenteng An Hwa Tian sebagai bagian dari rangkaian perayaan Cap Go Meh. “Kami berharap acara ini dapat berjalan lancar dan meriah, serta dihadiri oleh masyarakat luas,” ujar Jony.

Polres Kotabaru melalui Sat Binmas menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan, termasuk perayaan Cap Go Meh. Dukungan ini diwujudkan melalui pengamanan dan pendampingan agar kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Dengan adanya silaturahmi ini, diharapkan tercipta sinergi yang baik antara kepolisian dan masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Cap Go Meh 2025.
(Humas Polres Kotabaru).




Sinergi TNI-Polri dan Instansi Terkait di Apel Keselamatan Intan 2025

Kotabaru – Polres Kotabaru menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan “Keselamatan Intan 2025” pada Senin (10/2/2025) di Lapangan Apel Polres Kotabaru. Apel ini dipimpin oleh Wakapolres Kotabaru, KOMPOL Agus Rusdi Sukandar, S.H., S.I.K., M.H.

Turut hadir sejumlah pejabat daerah, di antaranya Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Zaenal Arifin, S.STP., M.Si., Kadiskominfo Kotabaru Gusti Abdul Wakhid, S.STP., M.M., Kadis PUPR Kotabaru Dr. Ir. Suprapti Tri Astuti, S.T., M.T., serta perwakilan TNI, Kejaksaan, dan instansi terkait lainnya.

Fokus Operasi: Wujudkan Lalu Lintas yang Aman dan Tertib

Dalam amanatnya, KOMPOL Agus menegaskan bahwa apel ini merupakan bentuk kesiapan personel dan sarana pendukung lainnya. “Operasi ini bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib, khususnya menjelang Idul Fitri 1446 H,” ujarnya.

Data Ditlantas Polda Kalsel menunjukkan, meski angka kecelakaan meningkat dari 921 kasus (2023) menjadi 936 kasus (2024), angka fatalitas menurun dari 391 menjadi 364 korban meninggal dunia. Hal ini menunjukkan upaya pencegahan yang dilakukan selama ini cukup efektif, namun tetap perlu ditingkatkan.

Sinergi TNI-Polri dan Instansi Terkait

Apel ini diikuti oleh berbagai satuan, termasuk personel Kodim 1004 Kotabaru, Lanal Kotabaru, Sat Samapta, Sat Polairud, Sat Lantas, Satpol PP, Dishub, BPBD, serta gabungan Sat Reskrim, Satresnarkoba, dan Sat Intelkam Polres Kotabaru.

“Sinergi lintas sektor sangat penting dalam menciptakan budaya tertib lalu lintas. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus ditingkatkan untuk mendukung keselamatan bersama,” tambah KOMPOL Agus.

Apel berakhir pukul 08.30 WITA dalam situasi aman dan kondusif




Karo Penmas Divhumas Polri Tinjau Green House Polda Kalsel

Banjarbaru _

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K. melakukan kunjungan ke Green House yang terletak di Markas Komando (Mako) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), Banjarbaru, pada Minggu (9/2/2025). Kunjungan ini untuk meninjau langsung perkembangan dan pemanfaatan Green House sebagai bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang diinisiasi oleh Polda Kalsel dibawah kepemimpinan Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H.

Green House merupakan salah satu wujud nyata Polda Kalsel dalam mendukung ketahanan pangan. Fasilitas ini digunakan Polda Kalsel bersama Bhayangkari Daerah Kalsel untuk menanam Pakcoy, Caisim, Bayam, Kangkung, Cabai, dan Melon jenis Varietas Honeyglobe.

Selain itu, dengan adanya Green House ini juga dapat memberikan edukasi bagi anggota Polri dan masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga ketahanan pangan.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam kunjungannya, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polda Kalsel dalam mengembangkan Green House. “Ini adalah langkah konkret yang sejalan dengan visi Polri untuk mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan. Kami berharap Green House ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya.

Selain meninjau fasilitas Green House, Karo Penmas juga berkesempatan berdialog dengan petugas yang bertanggung jawab mengelola Green House. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Polri dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan berkelanjutan.

Polda Kalsel berkomitmen untuk terus mengembangkan Green House sebagai pusat kegiatan lingkungan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Ke depan, diharapkan Green House ini tidak hanya menjadi tempat pembibitan tanaman, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pelatihan bagi generasi muda dalam bidang pertanian dan lingkungan.

Kunjungan Karo Penmas Divhumas Polri ini menjadi momentum penting dalam upaya menjaga kelestarian alam serta mendukung program-program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

Dalam kunjungan Karo Penmas Divhumas Polri itu, turut hadir Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H., Koorspripim Polda Kalsel AKBP Rengga Puspo Saputro, S.I.P., S.I.K., M.H., dan Kasubbid Provos Bid Propam Polda Kalsel AKBP Afri Darmawan, S.I.K., M.H.




Polri Telah Menemukan Mayat di Bacan Timur, Diduga Awak Media yang Hilang Saat Insiden Speedboat Basarnas

Sesosok mayat laki-laki ditemukan dalam kondisi sulit dikenali di wilayah Bacan Timur, Halmahera Selatan, pada Sabtu (8/2) sekitar pukul 10.00 WIT. Korban ditemukan mengenakan kaos hitam bertuliskan “WAPENA MALUKU UTARA”.

Tim Dokpol dan Inafis Polres Halmahera Selatan yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad tersebut. Namun, kondisi mayat yang sudah membusuk menyulitkan proses identifikasi melalui sidik jari karena jari tangan dan kaki serta raut wajah telah terkelupas dan tidak utuh lagi.

Saat ini, jenazah telah dibawa ke RSUD Labuha untuk proses identifikasi lebih lanjut dengan metode post-mortem dan ante-mortem. Berdasarkan keterangan keluarga, mereka meyakini bahwa mayat tersebut adalah Sahril, seorang awak media yang sebelumnya dilaporkan hilang saat insiden meledaknya speedboat Basarnas Kota Ternate dalam operasi evakuasi nelayan yang hilang.

Pihak kepolisian kini tengah mencocokkan data ante-mortem dari keluarga dengan ciri-ciri fisik dan properti yang dikenakan korban sebelum hilang. Proses ini melibatkan pemeriksaan tinggi badan, tanda lahir, bekas luka, susunan gigi, serta pakaian atau aksesoris terakhir yang digunakan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa kepolisian akan memastikan identitas jenazah dengan prosedur yang tepat.

“Saat ini, proses identifikasi tengah berlangsung. Kami mencocokkan data fisik serta properti yang dikenakan korban sebelum hilang. Jika hasilnya sesuai, jenazah akan segera diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Brigjen Trunoyudo.

Keluarga korban saat ini sedang dalam perjalanan menuju Halmahera Selatan untuk menunggu hasil identifikasi resmi. Kepolisian berjanji akan terus memberikan informasi terkini terkait perkembangan kasus ini.