Yayasan Kemala Bhayangkari Gelar Bakti Sosial Sekaligus Kegiatan Dukung Ketahanan Pangan

Yogyakarta_ Yayasan Kemala Bhayangkari menggelar bakti sosial dalam rangka penyelenggaraan Tour of Kemala 2025 di Yogyakarta. Bakti sosial dilakukan dengan meresmikan kolam ikan sekaligus penyebaran benih ikan di Panti Asuhan Al Dzikro Manggung, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (14/2/25).

Kegiatan bakti sosial dihadiri langsung oleh Ketua Umum Bhayangkari Pusat Ny. Juliati Sigit Prabowo bersama pengurus. Kemudian, didampingi Ketua Bhayangkari Daerah D.I.Yogyakarta, Ny. Novi Suwondo.

Bakti sosial kali ini berbeda dari biasanya karena dalam rangka mendukung ketahanan pangan di panti asuhan tersebut. Selain itu, bertujuan memberikan semangat kebersamaan yang diusung oleh Tour of Kemala 2025 dengan cara berbeda.

Kegiatan ini juga sekaligus menegaskan komitmen Yayasan Kemala Bhayangkari yang selalu mendukung pembangunan masyarakat melalui berbagai program di bidang pendidikan, sosial, dan budaya. Pengurus Panti Asuhan Al Dzikro, Wasito, pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ketua Umum Bhayangkari Pusat atas bantuan di Panti Asuhan Al Dzikro.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Bhayangkari Pusat yang telah berkenan hadir di sini memberikan bantuan kepada anak yatim piatu berupa kolam lele dan bibitnya,” jelasnya.

Ia menyebut, bantuan ini akan digunakan sebagai sarana pelatihan anak-anak untuk mencukupi kebutuhan pangan secara mandiri.

“Bantuan kolam lele berikut bibit sebanyak 8.000 bibit lele ini akan digunakan anak-anak untuk latihan mencukupi kebutuhan pangan,” ujarnya.

Selain melakukan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Al Dzikro Bantul, Yayasan Kemala Bhayangkari juga melaksanakan bakti sosial di Yayasan Al Marina Gunung Kidul yang dihadiri Wakil Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Diana Ahmad Dofiri. Selain itu, rombongan Pengurus Bhayangkari Pusat juga menyempatkan untuk mengunjungi putra-putri anggota Polda DIY yang mengalami sakit serta mengunjungi Rumah Singgah Bumi Damai di Kotagede, Kota Yogyakarta.




Jumat Curhat Polres Kotabaru Sebagai Wadah Komunikasi Langsung dengan Masyarakat

Polres Kotabaru Polda Kalsel _Polres Kotabaru melalui Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) kembali menggelar kegiatan Jumat Curhat sebagai wadah komunikasi langsung dengan masyarakat. Kegiatan kali ini berlangsung di pangkalan ojek Pelabuhan Panjang, di mana personel Sat Polairud mendengarkan berbagai keluhan dari warga setempat.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat menyampaikan permasalahan terkait pembatas di pinggir jalan yang dinilai terlalu tinggi, sehingga menyulitkan mereka saat membawa gerobak melewati area tersebut. Kondisi ini dinilai menghambat aktivitas sehari-hari, terutama bagi warga yang bergantung pada angkutan barang menggunakan gerobak.

Menanggapi keluhan tersebut, KBO Sat Polairud Polres Kotabaru, IPDA Indra, S.H., menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mencari solusi terbaik agar kendala tersebut dapat diatasi. Ia juga menegaskan bahwa Polres Kotabaru selalu berupaya mendengarkan dan membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Kegiatan Jumat Curhat ini merupakan bentuk nyata kedekatan Polri dengan masyarakat, di mana setiap aspirasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan dan koordinasi dengan pihak terkait.

(Humas Polres Kotabaru)




Satgas Preemtif Operasi Keselamatan Intan 2025 Gencarkan Sosialisasi dan Pemasangan Stiker

Kotabaru – Satgas Preemtif Operasi Keselamatan Intan 2025 Sat Lantas Polres Kotabaru terus menggalakkan upaya pencegahan kecelakaan dengan menggelar kegiatan sosialisasi dan pemasangan stiker imbauan lalu lintas, Rabu (12/2/2025).

Dalam kegiatan ini, personel Sat Lantas memasang stiker keselamatan berkendara di sepanjang Jl. Putri Cipta Sari serta melakukan sosialisasi kepada pengendara angkutan umum di Terminal Pasar Limbur. Imbauan diberikan kepada para sopir dan penumpang agar selalu mengutamakan keselamatan, seperti penggunaan sabuk pengaman dan tidak ugal-ugalan di jalan.

“Kami berharap dengan kegiatan ini, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat dan dapat mengurangi angka kecelakaan di wilayah Kotabaru,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Operasi Keselamatan Intan 2025 akan terus dilaksanakan dengan pendekatan preemtif dan preventif guna menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan tertib.




Polda Kalsel Sambut Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI

Banjarbaru_Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menyambut kunjungan kerja spesifik Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada masa persidangan II tahun sidang 2024-2025. Acara ini digelar di Ruang Rupatama Polda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (13/2/2025), pukul 10.00 WITA.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam kesempatan tersebut Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi III DPR RI. “Kami sangat menghargai kunjungan ini sebagai bentuk sinergi antara lembaga legislatif dan kepolisian dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan pun menerangkan keberhasilan-keberhasilan Polda Kalsel dalam penanganan kasus, mendukung Asta Cita Presiden RI dalam program ketahanan pangan, serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di bidang hukum dan keamanan di wilayah Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Moh.Rano Alftah, S.H.,M.H. menerangkan kedatangan Komisi III DPR RI ke Polda Kalimantan Selatan ini sebagai fungsi pengawasan dan untuk mendengar apakah ada perkara-perkara yang dianggap viral ataupun menjadi perbincangan di masyarakat.

“Ini kunjungan biasa sebagai anggota Komisi III DPR RI fungsi pengawasan kepada mitra nya yaitu Polri dan Kejaksaan,” terang Rano Alftah.

Rano Alftah menambahkan, Polda Kalsel telah menyampaikan banyak hal kepada Komisi III DPR RI, apa yang telah dilakukan Polda Kalsel dan Kejaksaan Tinggi sudah baik, termasuk peningkatan SDM, dan penanganan-penanganan perkara yang dianggap mencuri perhatian publik.

Beliau pun berpesan jangan sampai laporan-laporan masyarakat menunggu viral dulu baru ditangani. “No Viral No Justice” itu tidak ada di Kalimantan Selatan sebagaimana yang disampaikan Kapolda Kalsel dan Kajati Kalsel dalam rapat tadi,” ucapnya.

Dalam kunjungan kerja Komisi III DPR RI tersebut turut hadir Kapolda Kalsel, Kajati Kalsel, Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Kasatwil Jajaran Polda Kalsel dan Kajari se Kalsel.

Sementara Tim Komisi III DPR RI yang hadir diantaranya Moh.Rano Alftah, S.H.,M.H. (Wakil Ketua Komisi III DPR RI / Ketua Tim), Dr. Sarifuddin Sudding, S.H., M.H., Dr. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum., Andi Muzakkir Aqil, S.H., M.H., H. Nazaruddin Dek Gam, S.I.P., Endang Agustina, S.Sos., M.H., Habib Aboebakar Al Habsyi, S.E., Nabil Husien Said Amin Alrasydi, Gilang Dhielafararez, S.H., LL.M. dan Lola Nelria Oktavia.




Meriahnya Perayaan Tahun Baru Imlek 2576 dan Cap Go Meh 2025 di Kabupaten Kotabaru: Barongsai, Pengamanan Ketat dan Harapan Keberkahan

Polres Kotabaru Polda Kalsel _Perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili dan Cap Go Meh 2025 berlangsung meriah di Kabupaten Kotabaru pada Rabu (12/2/2025). Kegiatan ini dipusatkan di Kelenteng An Hwa Tian, Jl. H. Agus Salim, Desa Kotabaru Tengah, Kecamatan Pulau Laut Sigam.

Polres Kotabaru bersama instansi terkait melakukan pengamanan selama rangkaian perayaan yang melibatkan pertunjukan Barongsai. Dimulai sejak pukul 09.00 WITA, rombongan Barongsai berkeliling ke sejumlah toko milik warga Tionghoa dengan rute yang mencakup Jl. Pattimura, Jl. Suryagandamana, Jl. Veteran, Jl. P. Hidayat, Jl. H. Moh Alwi, Jl. Brigjend H. Hasan Basri, hingga kembali ke Kelenteng An Hwa Tian. Selain itu, pertunjukan Barongsai juga digelar pada malam hari di halaman kelenteng tersebut.

Kapolres Kotabaru, AKBP Doli M. Tanjung, S.I.K., menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan kondusif. Semoga perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini membawa keberkahan bagi masyarakat yang merayakan,” ujarnya.

Perayaan Cap Go Meh ini merupakan tradisi tahunan yang selalu dinantikan oleh warga Tionghoa di Kotabaru. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi simbol harapan akan keberkahan dan rezeki di tahun yang baru.

(Humas Polres Kotabaru)




Kadiv Humas Tegaskan Komitmen Kapolri Jaga Marwah Institusi Dengan Terus Bebenah

Jakarta. Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Sandi Nugroho menyampaikan bahwa Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo berkomitmen memberikan reward and punishment kepada seluruh jajarannya. Upaya bebenah yang dilakukan Polri pun tidak akan ragu untuk dilakukan.

Irjen. Pol. Sandi menerangkan, kritik membangun selalu diterima dengan baik demi terus memajukan Polri. Bahkan, hal itu telah disampaikan Kapolri sejak pembekalan awal anggota kepolisian.

“Bapak Kapolri sudah menyampaikan kepada kita semua bahwa setiap keberhasilan anggota Polri akan mendapatkan reward dan setiap anggota Polri yang melaksanakan pelanggaran akan mendapatkan hukuman sesuai aturan yang berlaku,” jelas Irjen. Pol. Sandi di Rupatama Mabes Polri, Rabu (12/2/25).

Menurut Kadiv Humas, dalam setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri, Kapolri berikan sanksi tegas sebagai bentuk bersih-bersih. Bahkan, tidak ada sedikitpun upaya untuk menyembunyikan oknum yang mencederai marwah institusi, sebagai bukti transparansi Polri.

“Seandainya ditutup-tutupi juga masih memungkinkan, tapi bapak Kapolri memilih opsi untuk menindak tegas, untuk memperbaiki bagi yang belum baik,” ujar Kadiv Humas.

Diingatkan Kadiv Humas, polisi merupakan salah satu tugas yang mulia. Terdapat 460.000 anggota yang bekerja keras secara transparan, profesional, dan juga mengharumkan nama institusi serta negara di kancah dunia.

“Profesi apapun adalah mulia termasuk profesi Kepolisian. Jadi tidak boleh dinodai oleh oknum-oknum anggota yang mau menodai institusi Kepolisian. Maka tugas kami untuk bisa memuliakan profesi kepolisian dengan menindak tegas semua oknum terkait sesuai aturan berlaku,” ungkap Kadiv Humas.




Penyelundupan 135 Kg Sabu dari Thailand di Aceh Digagalkan, Diduga Berkaitan dengan Fredy Pratama

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 135 kilogram di Aceh. Barang haram tersebut diduga berasal dari Thailand dan masih berkaitan dengan jaringan gembong narkoba Fredy Pratama.

“Kami menerima informasi bahwa ada penyelundupan narkotika dari Thailand. Kemungkinan besar ini merupakan barang milik Fredy Pratama,” ujar Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Selasa (11/2/2025).

Mukti menegaskan bahwa Fredy Pratama masih aktif mengendalikan jaringan narkotika di Indonesia. Ia bahkan disebut telah mengubah pola komunikasi untuk menghindari pelacakan.

“Fredy masih mempertahankan jaringannya di Indonesia. Kami mendeteksi bahwa ia terus berupaya memperkuat sindikasi ini,” tambahnya.

Dalam penyelidikan lebih lanjut, kepolisian akan menerapkan strategi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) guna mengungkap aliran dana yang mengarah ke Fredy Pratama.

“Melalui TPPU, semua dapat terungkap. Kalau hanya menangkap pelaku di lapangan, mereka tidak akan mengaku. Namun, jika kita menelusuri rekening mereka, pasti ujungnya mengarah ke Fredy Pratama,” jelas Mukti.

Hingga saat ini, Fredy Pratama diyakini masih bersembunyi di Thailand dan mendapat perlindungan dari pihak tertentu. Polri pun terus berkoordinasi dengan otoritas Thailand untuk menangkapnya.

“Kami belum bisa menjangkau dia. Fredy adalah gembong besar yang sulit disentuh oleh pemerintah Thailand,” ungkap Mukti.

Fredy Pratama sendiri telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2014. Polri telah membentuk Tim Khusus Escobar Indonesia untuk memburunya, bekerja sama dengan Kepolisian Thailand serta Drugs Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat.

Dalam operasi yang berlangsung pada 7 dan 8 Februari 2025, polisi menangkap empat warga Aceh yang diduga terlibat dalam penyelundupan ini. Mereka berinisial I, F, E, dan M, yang diamankan di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Lhoksukon.

“Para pelaku semuanya warga Indonesia, berasal dari Aceh. Saat ini, mereka telah diamankan,” terang Mukti.

Barang bukti yang berhasil disita dalam pengungkapan ini meliputi 135 bungkus sabu yang dikemas dalam teh China berlabel 999 dan 99, satu perahu mesin dua kepala, satu boat oskadon, satu unit ponsel satelit merek Thuraya, satu perangkat Garmin, lima unit ponsel Android, serta satu unit mobil Avanza hitam.

“Barang ini rencananya akan diedarkan ke kota-kota besar seperti Medan dan Jakarta,” tambahnya.

Saat ini, keempat tersangka telah ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Mereka dijerat dengan Pasal 114, Pasal 112, dan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya adalah pidana mati atau minimal lima tahun penjara dengan denda Rp10 miliar.

Polri memastikan akan terus membongkar jaringan narkotika ini hingga ke akar-akarnya dan menangkap Fredy Pratama yang masih buron.




Kapolri dan Ketua PBNU Bahas Keberagaman serta Isu Kekerasan di Pendidikan

Jakarta._Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan Ketua PBNU Alissa Wahid dalam sebuah audiensi yang membahas berbagai isu kebangsaan, termasuk keberagaman dan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Kapolri menegaskan komitmennya untuk menjaga keberagaman sebagai salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia.

“Kami sangat senang dan berkomitmen untuk terus menjaga keberagaman serta toleransi, karena Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang beragam. Keberagaman ini merupakan kekuatan yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Kapolri usai pertemuan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Kapolri didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi Polri, termasuk Kabaintelkam Polri Komjen Syahardiantono, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim, Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho, Wakabareskrim Polri Irjen Asep Edi Suheri, Waastamaops Irjen Endi Sutendi, Kakor Binmas Irjen Edy Murbowo, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, serta Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPO) Brigjen Nurul Azizah.

Sementara itu, Ketua PBNU Alissa Wahid hadir bersama Wasekjen PBNU Mahrus Elmawa, Sekretaris Lakpesdam PBNU Ufi Ulfiah, Ketua LBH PP GP Ansor Dendy Zuhairil Finsa, serta pengurus RMI PBNU Ulun Nuha.

Kapolri menegaskan bahwa Polri akan mengambil langkah konkret dalam menindaklanjuti pembahasan terkait toleransi dan isu-isu strategis lainnya yang menjadi perhatian masyarakat.

“Oleh karena itu, kami akan melaksanakan kerja sama lanjutan terkait isu-isu yang menjadi perhatian NU dan berbagai pihak, termasuk aktivis yang peduli terhadap persoalan ini,” tegas Kapolri.

Dalam kesempatan yang sama, Alissa Wahid mengungkapkan bahwa salah satu isu utama yang dibahas adalah kekerasan di lembaga pendidikan. Menurutnya, PBNU tengah berupaya untuk meminimalisasi, menurunkan, bahkan memberantas kekerasan di sekolah, madrasah, dan pesantren.

“Isu kekerasan di lembaga pendidikan menjadi perhatian utama kami di PBNU. Kami telah mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi hal ini,” ujar Alissa.

Alissa juga menekankan pentingnya dukungan dari Polri dalam menangani kekerasan di pesantren, sekaligus mengatasi persoalan radikalisme yang masih menjadi ancaman di masyarakat.

“Radikalisme masih menjadi isu yang perlu diwaspadai, karena bertentangan dengan semangat hubbul wathan minal iman yang dipegang oleh NU. Kami bersyukur dapat berdiskusi secara mendalam dan berbobot dengan Bapak Kapolri,” tambahnya.

Pertemuan ini menegaskan sinergi antara Polri dan PBNU dalam menjaga persatuan bangsa, serta mengatasi berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat.




Pelajar Meninggal Tenggelam di Sungai Manunggul: Polsek Sungai Durian Tingkatkan Edukasi Keselamatan

Polres Kotabaru Polda Kalsel _Seorang pelajar berusia 15 tahun, Intan Yulia Putri, meninggal dunia akibat tenggelam di aliran Sungai Manunggul Km. 18, Desa Rantau Buda, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru. Kejadian ini terjadi pada Selasa, 11 Februari 2025, sekitar pukul 17.00 WITA. Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa setelah terbawa arus sungai yang deras.

Kapolres Kotabaru AKBP Doli M. Tanjung, S.I.K melalui Kapolsek Sungai Durian IPTU Tri Wibawa menyampaikan “Menurut laporan saksi, kejadian bermula ketika Intan bersama dua temannya, Andik Fajrian dan Kesya Farida Nurliani, bermain di sungai tersebut. Intan dan Andik mandi di pinggir sungai, sementara Kesya hanya menunggu di pinggir. Sekitar 30 menit kemudian, Intan dan Andik mencoba menyeberang untuk mendatangi Kesya yang berada di atas batu. Namun, keduanya terbawa arus menuju pusaran air. Andik berhasil menyelamatkan diri, tetapi Intan tidak dapat melawan arus dan hanyut”.

Saksi ketiga, Supriyono, yang mendengar teriakan minta tolong, segera datang membantu. Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil karena arus sungai yang kuat dan kedalaman pusaran air yang mencapai 3-4 meter. Intan akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa sekitar pukul 17.00 WITA dan dibawa ke rumah untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter dari Puskesmas Sungai Durian memeriksa korban dan menyatakan bahwa Intan meninggal dunia akibat tenggelam tanpa adanya tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuhnya. Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.

Atas kejadian ini Polsek Sungai Durian, akan melakukan sosialisasi lebih intensif kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah yang rawan seperti Sungai Manunggul. “Kami juga akan bekerja sama dengan pihak sekolah dan pemerintah setempat untuk memberikan pemahaman tentang risiko bermain di sungai,” ujar Kapolsek.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Masyarakat diharapkan lebih waspada dan selalu memprioritaskan keselamatan, terutama saat berada di dekat sungai atau daerah berair,” tambah Kapolsek.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian darurat kepada pihak berwajib agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

(,Humas Polres Kotabaru).




Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kunjungi Pos Brimob di Oksibil dan Serambakon, Berikan Motivasi kepada Personel

Oksibil – Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., melakukan kunjungan kerja ke dua pos Brimob di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Selasa (11/2). Ia mengunjungi Pos Brimob Kotaraja di Distrik Serambakon dan Pos RRI Brimob Operasi Damai Cartenz di Oksibil. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan motivasi, mengevaluasi kondisi lapangan, serta mempererat sinergi antara personel keamanan dan masyarakat setempat.

Dalam kunjungan ke Pos Brimob Kotaraja, Kombes Pol Yusuf Sutejo didampingi oleh Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Anto Seven, S.I.K., M.H. Ia mengapresiasi dedikasi personel yang bertugas di wilayah dengan tantangan geografis berat.

“Kami sangat menghargai pengabdian rekan-rekan di sini yang tetap bersemangat menjalankan tugas meski dihadapkan pada medan yang sulit. Keamanan dan ketertiban di Pegunungan Bintang sangat bergantung pada kerja keras kalian,” ujar Yusuf Sutejo dalam arahannya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan harmonis dengan masyarakat. “Keberhasilan kita dalam menjaga keamanan tidak lepas dari peran serta warga. Jalin komunikasi yang baik dengan mereka, karena sinergi ini akan memperkuat stabilitas di daerah ini,” tambahnya.

Selanjutnya, Kasatgas Humas dan Kapolres melanjutkan kunjungan ke Pos RRI Brimob Ops Damai Cartenz di Oksibil. Di sana, mereka meninjau fasilitas pos serta mendengarkan langsung aspirasi personel.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Yusuf kembali menekankan bahwa tugas yang diemban personel bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga pengabdian kepada negara. “Kalian adalah garda terdepan dalam menjaga keamanan di wilayah ini. Tantangan di lapangan memang besar, tetapi kita harus tetap solid dan beradaptasi dengan kondisi yang ada,” tegasnya.

Ia juga mendorong personel untuk memanfaatkan teknologi dalam menjalankan tugas. “Kondisi lapangan yang dinamis menuntut kita untuk kreatif dan fleksibel. Gunakan sumber daya yang ada secara maksimal dan jangan ragu untuk melaporkan kendala kepada pimpinan,” katanya.

Menutup kunjungan, Kasatgas Humas berpesan agar personel tetap menjaga kesehatan dan kebugaran. “Fisik dan mental yang prima adalah modal utama dalam menjalankan tugas. Jaga kondisi tubuh dan tetap semangat demi keamanan wilayah kita,” pungkasnya.

Diharapkan, kunjungan ini dapat memberikan dorongan semangat bagi personel serta memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat, sehingga situasi kondusif di Pegunungan Bintang tetap terjaga.